Kabar Berita

Afrika Catat Kematian Akibat Cacar Monyet, Tapi Tak Punya Vaksin

Afrika masih belum mendapat suplai vaksin cacar monyet meskipun tercatat sebagai satu-satunya benua yang telah mendokumentasikan kematian akibat penyakit yang baru saja dinyatakan sebagai darurat global itu. Pernyatan tersebut dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika, Kamis (28/7).

“Mari kita bawa vaksin (cacar monyet) ke benua ini,” kata penjabat kepala CDC Afrika, Ahmed Ogwell, dalam konferensi pers mingguan.

Kurang dari seminggu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan cacar monyet sebagai situasi “luar biasa” yang memenuhi syarat sebagai darurat kesehatan global. Namun, lagi-lagi, Afrika tertinggal dalam hal akses ke vaksin.

Hingga saat ini, lebih dari 20.000 kasus telah dilaporkan di 77 negara. Lebih dari 2.100 kasus cacar monyet telah tercatat di 11 negara Afrika dan 75 orang telah meninggal, kata Ogwell.

Cacar monyet telah ditemukan di beberapa bagian Afrika tengah dan barat selama beberapa dekade. Namun, baru kali ini, cacar monyet diketahui memicu wabah besar di luar benua itu.

Di Afrika, cacar monyet terutama menyebar ke manusia oleh hewan liar yang terinfeksi seperti tikus. Namun, di Eropa, Amerika Utara dan di banyak kawasan lain, penyakit itu menyebar di antara orang-orang yang tidak memiliki kontak dengan hewan atau melakukan perjalanan baru-baru ini ke Afrika.

Di Amerika dan Eropa, sebagian besar infeksi terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria, meskipun pejabat kesehatan telah menekankan bahwa siapa pun dapat tertular virus itu. [ab/ka]

Terima kasih sudah membaca artikel tentang Afrika Catat Kematian Akibat Cacar Monyet, Tapi Tak Punya Vaksin yang tayang pertama kali di VOA. Lihat artikel menarik lainnya disini Dan bagikan jika artikel ini bermanfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button