Kabar Berita

Program Transplantasi Organ AS Kini Utamakan Kesetaraan Ras

Jazmin Evans telah menunggu ginjal baru selama empat tahun ketika rumah sakitnya mengungkapkan berita mengejutkan: Dia seharusnya dimasukkan ke daftar transplantasi pada tahun 2015, bukan pada tahun 2019, dan tes organ yang bias rasial menjadi penyebabnya.

Meskipun pemberitahuan tersebut mengecewakan, hal ini juga merupakan bagian dari langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di AS untuk mengurangi ketidakadilan rasial terkait transplantasi ginjal.

Evans termasuk di antara lebih dari 14.000 kandidat transplantasi ginjal kulit hitam yang sejauh ini diberi penghargaan atas hilangnya waktu tunggu, sehingga menjadikan mereka dalam daftar prioritas untuk transplantasi.

Evans, 29 tahun, mengenang penantian panjangnya. “Saya ingat saya membaca surat itu berulang kali, dan saya berpikir, apa? Apa yang terjadi di sini? Apakah ada orang lain yang pernah mendengar tentang ini? Saya tidak pernah tahu,” jelasnya.

Jazmin Evans, mahasiswa Temple University, menyiapkan obat pasca transplantasi ginjal di rumahnya di Philadelphia, 16 Februari 2024. (AP/Tassanee Vejpongsa)

Jazmin Evans, mahasiswa Temple University, menyiapkan obat pasca transplantasi ginjal di rumahnya di Philadelphia, 16 Februari 2024. (AP/Tassanee Vejpongsa)

Yang menjadi permasalahan adalah tes yang pernah digunakan secara luas yang melebih-lebihkan seberapa baik fungsi ginjal orang kulit hitam, sehingga membuat mereka terlihat lebih sehat daripada yang sebenarnya, semua karena formula otomatis yang menghitung hasil untuk pasien kulit hitam dan nonkulit hitam secara berbeda.

Perhitungan berbasis ras tersebut menunda diagnosis kegagalan organ dan evaluasi transplantasi, serta membuat pasien berkulit hitam lebih berisiko membutuhkan ginjal baru tetapi lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkannya.

Beberapa tahun yang lalu, Yayasan Ginjal Nasional dan American Society of Nephrology mendorong laboratorium untuk beralih ke perhitungan bebas ras dalam menghitung fungsi ginjal.

Jazmin Evans, mahasiswa Temple University, bertemu dengan seorang dokter di Jefferson Health di Philadelphia, 16 Februari 2024. (AP/Tassanee Vejpongsa)

Jazmin Evans, mahasiswa Temple University, bertemu dengan seorang dokter di Jefferson Health di Philadelphia, 16 Februari 2024. (AP/Tassanee Vejpongsa)

Kemudian jaringan transplantasi organ AS memerintahkan rumah sakit untuk hanya menggunakan hasil tes ras netral dalam menambahkan pasien baru ke daftar tunggu ginjal.

Doktor Michelle Morse adalah pejabat tertinggi urusan medis di kota New York. Ia menyambut perubahan ini. “Ini adalah contoh bagus mengenai fakta bahwa kesenjangan kesehatan sebenarnya bisa dihindari. Hal ini tidak adil dan juga bisa diperbaiki,” sebutnya.

Orang kulit hitam Amerika tiga kali lebih mungkin mengalami gagal ginjal dibandingkan dengan orang kulit putih. Dari hampir 89.000 orang di AS yang saat ini berada dalam daftar tunggu untuk mendapatkan ginjal baru, 30% adalah orang kulit hitam. [ab/uh]

Terima kasih sudah membaca artikel tentang Program Transplantasi Organ AS Kini Utamakan Kesetaraan Ras yang tayang pertama kali di VOA. Lihat artikel menarik lainnya disini Dan bagikan jika artikel ini bermanfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button