Kabar Berita

Rumah-Rumah yang  Ditelantarkan Kini Ditawarkan untuk Gaya Hidup Alternatif

Galicia adalah salah satu kawasan di Spanyol yang paling sedikit penduduknya. Letaknya yang terpencil dan ekonomi berbasis pedesaannya membuat banyak anak muda meninggalkan Galicia untuk mencari pekerjaan di kota-kota besar. Kini pemerintah berupaya menarik orang luar untuk tinggal di Galicia dengan cara menjual rumah-rumah kosong, infrastruktur dan lahan hijau yang besar di sana.

Provinsi Galicia yang terletak di barat laut Spanyol bukanlah tujuan terpopuler bagi turis atau orang asing yang mencari rumah kedua.Kebanyakan orang muda mencari pekerjaan di kota-kota besar sehingga membuat 3.500 desa terabaikan, menurut INE, badan statistik nasional Spanyol. Penggangguran, tingkat kelahiran yang rendah dan jumlah warga Spanyol yang memasuki usia lanjut merupakan masalah yang dihadapi provinsi Galicia.

Tetapi tidak semua orang asing yang membeli rumah-rumah kosong di Galicia, Spanyol, ingin menggunakannya sebagai tempat berlibur.

Rumah-rumah yang ditinggalkan di dekat desa Barreiros, 19 Februari 2014. Banyak dusun terlantar di Spanyol yang biasanya ditinggalkan oleh penghuninya yang pindah ke kota-kota besar atau daerah yang lebih subur untuk mendapatkan pekerjaan. (AFP/ MIGUEL RIOPA)

Rumah-rumah yang ditinggalkan di dekat desa Barreiros, 19 Februari 2014. Banyak dusun terlantar di Spanyol yang biasanya ditinggalkan oleh penghuninya yang pindah ke kota-kota besar atau daerah yang lebih subur untuk mendapatkan pekerjaan. (AFP/ MIGUEL RIOPA)

Bianca Cragg adalah salah seorang pembeli properti tersebut. Walau sudah memiliki properti di Spanyol bagian selatan yang hangat, Bianca mengatakan, Galicia menawarkan sesuatu yang berbeda.

“Tempat ini sangat tenang, sangat hijau. Anda datang ke sini untuk mendapat ketenangan, orang-orang di sini sangat ramah. Jadi ini tempat yang menyenangkan untuk masa pensiun, walau tentu saja saya tidak akan pensiun sepenuhnya karena kami memiliki proyek bersama,” komentarnya.

Selain pesisir Galicia yang indah, berbatu-batu dan tenang, harga properti ikut menjadi faktor dalam memilih kawasan tersebut, terutama bagi mereka yang memiliki kuda karena tempatnya yang luas bagi kuda dan hewan lain.

Orang tua Bianca Cragg dan Sarah adik perempuannya, berasal dari Belanda dan Inggris. Bianca mengatakan,”Faktanya adalah kita tidak dapat membeli properti di Inggris atau di Belanda dengan harga yang Anda dapatkan di sini.”

Rumah terlantar di desa Ferreria de Bogo dekat Pontenova, yang ditinggalkan penghuninya, 19 Februari 2014. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Rumah terlantar di desa Ferreria de Bogo dekat Pontenova, yang ditinggalkan penghuninya, 19 Februari 2014. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Untuk mengatasi penyusutan penduduk, pemerintah Lugo setempat telah menciptakan sebuah platform digital yang mengumpulkan informasi tentang kawasan pedesaan yang telah diabaikan. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi penjualan properti dan mempromosikan revitalisasi desa.

Mar Gomez adalah kepala Institut Perumahan dan Lahan di kawasan Lugo untuk pemerintah Galicia. “Banyak warga sebelumnya tinggal di pedesaan. Kini, orang-orang pergi ke kota-kota besar terutama untuk mencari pekerjaan. Jadi terdapat banyak dusun dan desa yang benar-benar kosong atau hanya ditinggali oleh satu atau dua warga. Dan secara umum, mereka adalah orang yang lanjut usia. Dengan kata lain, hanya ada beberapa orang muda yang tinggal di desa-desa terpencil ini,” jelasnya.

Gomez menambahkan, sementara populasi menyusut, semua kondisi bangunan dan infrastruktur terkait mulai memburuk. Rumah-rumah tersebut mulai hancur dan terjadi kerusakan yang besar di seluruh kawasan pedesaan.

“Jadi apa yang Pemerintah Galicia inginkan adalah membuat sebuah platform untuk mendorong orang memiliki properti-properti tersebut, agar mereka dapat memperbaikinya jika perlu dengan dana pemerintah. Mereka dapat pindah ke sana untuk tinggal dan merevitalisasi daerah tersebut. Dengan demikian, kepentingan ekonomi mereka tidak akan menurun,” imbuh Gomez.

Martim Thomas, 41, dari Swiss, berjalan di sepanjang

Martim Thomas, 41, dari Swiss, berjalan di sepanjang “Camino de Santiago” (St. James Way) di Puente La Reina, sekitar 25kms, 15 mil, Spanyol utara, 14 April 2021. (AP/Alvaro Barrientos)

Pemerintah daerah menyediakan dana hibah untuk pembelian dan restorasi di dekat rute ziarah yang terkenal, Camino de Santiago, dan kawasan historis lainnya. Calon pembeli harus merupakan warga sah Spanyol atau warga Uni Eropa yang menjadi penduduk tetap di rumah yang mereka ingin diperbaiki tersebut.

Rosa Maria Costoya dan suaminya Mark Adkinson telah membangun binis yang menghubungkan calon pembeli dengan properti di pedesaan.”Kami menjual sebuah gaya hidup dan kini, berkat teknologi baru, juga cara hidup yang baru, Anda dapat bekerja dari mana saja di seluruh dunia,” kata Sostoya.

“75 persen-80 persen klien kami adalah orang asing. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Mereka ingin tinggal di lingkungan yang kecil dengan keluarga mereka untuk membuat perubahan atau hidup yang baru. Ada juga pasangan yang baru menikah untuk memulai bisnis baru,” imbuhnya. [lj/uh]

Terima kasih sudah membaca artikel tentang Rumah-Rumah yang  Ditelantarkan Kini Ditawarkan untuk Gaya Hidup Alternatif yang tayang pertama kali di VOA. Lihat artikel menarik lainnya disini Dan bagikan jika artikel ini bermanfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button