Kabar Berita

Sejumlah Kota di AS Atasi Kecanduan dengan Imbalan Kecil

Harold Lewis, mantan juru masak berusia 59 tahun, sulit menyembunyikan kegembiraannya. Dengan terus menghadiri pertemuan dan menjalani proses terapi kecanduan narkoba, ia mendapatkan banyak hadiah kecil, seperti permen karet, kacamata, ponsel, dan gift card.

“Setelah mendapat gift card yang besarnya terkadang hingga $80 untuk belanja di Wal-Mart, Stop and Shop, atau Amazon, segalanya terasa lebih sedikit menyenangkan,” jelasnya.

Lewis adalah salah satu peserta program penanggulangan kecanduan narkoba yang digelar kota Bridgeport, Connecticut. Program selama 12 pekan ini memberi pesertanya insentif atau imbalan, terkadang hingga $500, bagi mereka yang tes narkobanya menunjukkan hasil negatif, dan terus hadir dalam pertemuan atau konseling.

Harold Lewis, seorang pengguna narkoba yang baru pulih, berbicara dengan pacarnya di teras rumah ibunya, Selasa, 19 Juli 2022 di Stratford, Conn. (AP/Julia Nikhinson)

Harold Lewis, seorang pengguna narkoba yang baru pulih, berbicara dengan pacarnya di teras rumah ibunya, Selasa, 19 Juli 2022 di Stratford, Conn. (AP/Julia Nikhinson)

Psikolog Sara Becker dari Northwestern University terlibat dalam program itu. Ia mengatakan, program insentif bisa menjadi cara jitu mengatasi kecanduan, tidak hanya narkoba tapi juga alkohol.

“Program insentif untuk menumbuhkan motivasi adalah salah satu metode paling efektif yang kami miliki untuk mengatasi orang-orang yang kecanduan. Sayangnya, program ini jarang tersedia, dan jarang ditawarkan oleh konselor,” komentarnya.

Becker mengatakan, program insentif telah diakui secara luas di dunia psikologi sebagai pengobatan paling efektif untuk orang yang kecanduan stimulan.

Lebih dari 150 penelitian selama 30 tahun terakhir menunjukkan imbalan lebih berpengaruh dalam proses penyembuhan daripada sekedar konseling.

Pengawas klinis Bobby Boback menggulirkan hadiah sementara klien Harold Lewis, seorang pengguna narkoba yang sedang memulihkan diri, mengambil kertas dari mangkuk, Senin, 18 Juli 2022 di Program Pembebasan di Bridgeport, Conn. (AP/Julia Nikhinson)

Pengawas klinis Bobby Boback menggulirkan hadiah sementara klien Harold Lewis, seorang pengguna narkoba yang sedang memulihkan diri, mengambil kertas dari mangkuk, Senin, 18 Juli 2022 di Program Pembebasan di Bridgeport, Conn. (AP/Julia Nikhinson)

Metode ini didasarkan pada ilmu otak. Pecandu lebih menyukai hadiah kecil dan langsung, daripada hadiah besar yang pemberiannya ditunda, sewaktu menjalani proses terapi.

Sederhananya, kecanduan merampas kemampuan orang untuk menikmati kesenangan sederhana, sementara imbalan bisa memulihkan kemampuan itu.

Dalam Strategi Pengendalian Narkoba Nasional, pemerintahan presiden Joe Biden mendukung metode tersebut.

Musim gugur ini, California akan meluncurkan program percontohan yang dirancang untuk memberi gift card senilai $10 untuk tes narkoba negatif di 24 kabupaten.

Oregon akan menggunakan pendapatan pajak dari industri ganja legal negara bagian itu untuk membayar insentif serupa.

Montana meluncurkan program seperti itu pada bulan Maret dengan menggunakan dana hibah federal.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS saat ini sedang merevisi panduannya tentang berapa banyak uang hibah pemerintah yang dapat dihabiskan untuk program insentif untuk mengatasi kecanduan.

Para peneliti mengatakan batas $75 per pasien yang diberlakukan saat ini tidak efektif dan harus dinaikkan menjadi $599. [ab/uh]

Terima kasih sudah membaca artikel tentang Sejumlah Kota di AS Atasi Kecanduan dengan Imbalan Kecil yang tayang pertama kali di VOA. Lihat artikel menarik lainnya disini Dan bagikan jika artikel ini bermanfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button