Kabar Berita

Tintin dan Petualangannya Dipamerkan di Madrid

Tintin, si wartawan pemberani, boleh jadi telah berusia lebih dari 90 tahun. Tapi tokoh fiksi ini masih saja terlihat muda di abad ke-21.

Paling tidak, itulah yang tergambar dalam pameran Tintin di Spanyol, yang berlangsung hingga 19 Februari mendatang. Tintin telah tiba di Madrid dengan anjingnya yang setia, Snowy, Kapten Haddock, Profesor Calculus, dan pasangan detektif Thomson dan Thompson.

Diberi judul “Hergé. The Exhibition”, pameran yang digelar pusat kebudayaan Circulo de Bellas Artes ini didedikasikan untuk pencipta tokoh klasik itu, yakni Georges Remi yang lebih dikenal sebagai Hergé.

Para pengunjung dapat belajar tentang proses kreatif kartunis Belgia itu, karya-karyanya di studio, dan bagaimana peristiwa dunia membentuk penceritaannya.

Nick Rodwell adalah direktur Museum Hergé di Belgia, yang sengaja datang ke Madrid untuk pameran itu. Ia memiliki kaitan dengan Herge karena menikah dengan bekas istri kedua Herge, Fanny Vlamynck.

“Hergé sangat terpengaruhi oleh apa yang terjadi di dunia. Petualangan Tintin dalam komik berjudul Tibet dan Lotus Biru, misalnya, dibuat karena apa yang terjadi di Tibet, China, dan Jepang. Bukan tidak mungkin, Hergé akan membuat cerita petualangan sekitar invasi Rusia ke Ukraina jika ia masih hidup,” jelasnya.

Patung resin polikrom tahun 1988 dari karakter komik Tintin dan anjingnya, Snowy, dari album

Patung resin polikrom tahun 1988 dari karakter komik Tintin dan anjingnya, Snowy, dari album “The Crab with the Golden Claws” tahun 1941 karya Herge, dipajang di rumah lelang Artcurial Paris, Prancis, Rabu, 13 Januari 2021. (AP/Michel Euler)

Hergé dianggap sebagai bapak komik Eropa dan tokoh besar di dunia buku komik, baik secara budaya maupun ekonomi. Kisah petualangan Tintin telah diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa dan telah terjual lebih dari 250 juta kopi di seluruh dunia.

Menurut penulis Spanyol sekaligus pakar Tintin, Joan Manuel Soldevilla, komik Tintin sangat dikagumi karena gambarnya yang bersih, realistis, ekspresif, dan kaya akan tema politik, sejarah, budaya, dan teknologi.

“Tintin sangat istimewa. Di satu sisi, gambarnya, luar biasa. Gambar yang menghipnotis, warna-warna seragam, jejak-jejak garisnya. Siapa pun, seorang anak sekalipun, bahkan jika ia tidak bisa membaca, ketika membuka buku Tintin, ia akan terpesona. Namun, pada saat yang sama, ada kisah-kisah yang terhubung dengan sempurna, dengan karakter yang sangat kuat: mulai dari semangat Kapten Haddock hingga kebodohan Thomson dan Thompson. Semua ini untuk mendukung kisah petualangan yang mengarah pada wacana moral,” jelas Soldevilla.

Hergé bukan hanya dikenal sebagai bapak komik dan pencipta Tintin. Ia juga seorang seniman multitalenta, desainer grafis, penerbit, penulis naskah dan pelukis. Karya-karyanya selain Tintin bisa disaksikan di Museum Hergé. [ab/uh]

Terima kasih sudah membaca artikel tentang Tintin dan Petualangannya Dipamerkan di Madrid yang tayang pertama kali di VOA. Lihat artikel menarik lainnya disini Dan bagikan jika artikel ini bermanfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button